Kita yang dulu begitu akrab,bahagia,selalu tertawa dan
membuat iri orang lain dalam sebuah ikatan yang bernama “Pasangan Kekasih” membuat ku merasakan indah nya dunia,sangat
indah. Hidupku terpaku hatiku terkunci oleh seorang pria yang selalu
menggandeng tanganku,merangkul ku seolah tak menginginkan ku berjarak agak jauh
dari sisinya,membelai lembut rambutku membuatku terpaku didekapannya. Ya bisa
dibilang,setiap hari kita selalu bersama,mencuri-curi waktu agar bisa bertemu.
Sering juga kau lakukan hal konyol untuk menghiburku kau tak perduli orang lain
disekitarmemandangmu “bodoh” yang kau
pikirkan hanya senyum bahagiaku saat bersama mu. Namun,kini semua itu berubah.
Seperti digulung tsunami,terhanyut ombak bahagia
itu hilang,lenyap begitu saja. Sosokmu tak lagi hangat,sosokmu tak lagi
penyayang. Tak ada lagi gandengan tangan yang selalu setia menuntunku,merangkul
ku dalam dekapannya,membelai rambutku dengan kasih sayang nya,semua itu hilang.
Tak pernah lagi kau lakukan itu padaku,kau buat ku kacau dengan sikapmu.
Seperti malapetaka,petir itu menyambar tepat dihatiku,membuat air mata ini
deras mengalir. Perih,sakit,dan kacau itu lah sebagian kecil dari rasa hati
yang hancur setelah melihat mu tengah asik berduan dengan wanita lain. Apa
salahku? Apa yang sudah ku perbuat hingga kau berpaling? Apa kah kau bosan
denganku? Secepat itu kah membuat hatimu berpaling dari ku? Pertanyaan itu
berkecamuk diotakku,seraya menitihkan air mata, aku lebih memelih pergi dari
pada menemui mu yang sedang asik dengannya. Hari bergati,seminggu sudah sejak
saat ku melihatmu dengan wanita itu. Kau benar-benar menghilang,tanpa kabar
,tanpa basa basi. Ini pun menjadi mingggu-minggu berat hidupku,tak ada lagi
pesan singkat masuk sekedar menyapa,tak ada lagi sosok pria yang berpura-purah
marah jika aku telat makan. Aku benar-benar kehilngan sosokmu,kejadian-kejadian
yang dulu ku anggap menyebalkan kini sangat kurindukan. Ntah apa yang ada
dibenakmu,hingga kau mau menemuiku diwaktu orang-orang beristirahat,bukan
membuatku senang justru ini membuatku kikuk apa yang harus kulakukan pada sosok
pria yang sudah membuatku har-hari ku kacau belakangan ini,ku kira kau ingin
meminta maaf benakku berfikir untuk tak langsung memaafkan mu,akan ku beri saat
dank u ajukan seribu pertanyaan agar kau mendapat maaf ku. Tapi,mungkin aku
hanyalah wanita yang terlalu-PD . Petir itu tang lagi,dia kembali menyambar
hatiku,sakit malah lebih sakit dari saat itu. Kedatangaan mu hanya ingin menyudahi hubungan kita,sesempurna apa
kah dia dari aku hingga kau rela memilihdia dari pada aku? Air mata ini tak
lagi terbendung,tak dapat kutahan,sakitt ia hanya itu yang bisa ku ucapkan. Tak
kah kau ingin sejenak untuk duduk dan menghapus air mata ini? Sudah lupakah kau
denganku. Aku hanya bisa terdiam mebiarkan airmata ini mengalir sambil
merelakan sosok mu pergi dari,ya merelakanmu benar-benar pergi dari hidupku.
Kau lah kesayanganku Pergilah bersamanya sayang,bahagiamu
bahagiaku..
Jika Mereka Tak lagi Mendengarkanmu Maka Tulislah Mungkin Orang Lain akan Membacanya
Senin, 28 Oktober 2013
Senin, 30 September 2013
Kita dalam cerita
Ya, Kita.. adalah 4huruf yang menggambarkan aku dan kamu.
Tak jelas bagaimana awalnya,tak jelas mengapa semua ini bisa dimulai! Tapi yang
ku ingat,semua ini timbul karna kita selalu bersama,timbul karna aku dan kamu
ingin Ter-ikat menjadi kita . Aku tak
begitu mengharapkan ini terjadi namun aku pernah sempat berfikir untuk tak meng-akhirinya. Waktu terus
berjalan! Ya,tak pernah terlintas dalam benak dan pikiran ini, engkau yang
begitu meng-asikkan engkau yang
begitu me-rindukan, membuat bosan diri ini. Entah mengapa bisa
begini.. Mungkin aku yang salah karna kebosanananku,tapi mungkin juga ini semua
karna sikapmu. Ya kau yang ku kenal sangat hangat penuh kasih sayang
mengagetkan ku dengan sikap yang tak pernah kufikirkan sebelumnya. Monster,ya
monster seperti itulah kau didalam benakku,,ini kah kau sesungguh nya? Ini kah
sosok asli orang yang selalu memperlakukan ku lembut bagai putri seorang raja?
Takut,aku takut..
Aku kehilangan sosokmu yang dulu,lalu kemanakah aku harus
mengadu? Aku tak memiliki orang yang mereka sebut teman curhat sepert sahabat-sahabatku yang lain. Itu karna kau
melarangku berinteraksi dengan orang lain,ya karna kau membatasi ruang
lingkupku. Jadi, saat ku mulai kehilangan sosokmu aku rapuh,entah harus ku
adukan kemana rasa takut ini.
Pertemuan singkat ku dengan seseorang yang mungkin bisa ku
bilang teman baru membuat ku lepas,ya
aku seperti tak pernah sebahagia ini. Semua ke-bahagian ini membuat ku lupa akan sosokmu, membuatku lupa akan rasa
takut terhadap orang yang selalu disampingku. Entah kenapa dia membuatku tak
ingin bertemu dengan mu , membuatku lupa akan “KITA” tapi rasa yang ia
timbulkan tak sedalam yang pernah kau torehkan saat pertama dulu.
Namun, meski begitu seiring berjalannya waktu.. Dia menjadi
sosok yang begitu ku idolakan,ya setiap hari selalu ku sempatkan untuk bertemu
dia,tak penting seberapa lama itu. Namun telinga dan otak ini terhangatkan oleh
suaranya,tak ada kata-kata indah memuji memang namun pertanyaan-pertanyaan
kecil itu selalu nampak indah berirama.
Tak ku sadari kini nampaknya “KITA” benar-benar hilang
dibenakku, ya pesan singkat bernada marah slalu ku terima,namun tak pernah
terlintas untuk membalasnya. Hanya terpikir itu hanya akan membuang waktuku
jika ku balas pesan ini pasti kau akan tambah menjadi-jadi dengan kemurkaan mu
padaku.
Dan hari itu pun muncul juga,dimana saat aku dan kamu harus
meng-akhiri “KITA” . Ya, engkau yang katanya bosan pada sifat ku dan aku yang juga lelah pada sifat over dari mu. Konyol memang saat kita sama-lelah dan bosan pada perasaan
kita sendiri. Namun, inilah akhir dari “KITA” . Ya , kini “KITA”
kembali menjadi aku dan kamu. Tak ada lagi garis penghubung,susah
memang buatku untuk melupakan memori tengtang “KITA” namun mugkin
inilah yang terbaik. Dari jauh sini ku sisipkan senyum bersimbolkan indah semoga kamu tetap ada disetiap
tulisan-tulisanku..
Langganan:
Komentar (Atom)