Senin, 30 September 2013

Kita dalam cerita


Ya, Kita.. adalah 4huruf yang menggambarkan aku dan kamu. Tak jelas bagaimana awalnya,tak jelas mengapa semua ini bisa dimulai! Tapi yang ku ingat,semua ini timbul karna kita selalu bersama,timbul karna aku dan kamu ingin Ter-ikat menjadi kita . Aku tak begitu mengharapkan ini terjadi namun aku pernah sempat berfikir untuk tak meng-akhirinya. Waktu terus berjalan! Ya,tak pernah terlintas dalam benak dan pikiran ini, engkau yang begitu meng-asikkan engkau yang begitu me-rindukan, membuat bosan diri ini. Entah mengapa bisa begini.. Mungkin aku yang salah karna kebosanananku,tapi mungkin juga ini semua karna sikapmu. Ya kau yang ku kenal sangat hangat penuh kasih sayang mengagetkan ku dengan sikap yang tak pernah kufikirkan sebelumnya. Monster,ya monster seperti itulah kau didalam benakku,,ini kah kau sesungguh nya? Ini kah sosok asli orang yang selalu memperlakukan ku lembut bagai putri seorang raja? Takut,aku takut..
Aku kehilangan sosokmu yang dulu,lalu kemanakah aku harus mengadu? Aku tak memiliki orang yang mereka sebut teman curhat sepert sahabat-sahabatku yang lain. Itu karna kau melarangku berinteraksi dengan orang lain,ya karna kau membatasi ruang lingkupku. Jadi, saat ku mulai kehilangan sosokmu aku rapuh,entah harus ku adukan kemana rasa takut ini.
Pertemuan singkat ku dengan seseorang yang mungkin bisa ku bilang teman baru membuat ku lepas,ya aku seperti tak pernah sebahagia ini. Semua ke-bahagian ini membuat ku lupa akan sosokmu, membuatku lupa akan rasa takut terhadap orang yang selalu disampingku. Entah kenapa dia membuatku tak ingin bertemu dengan mu , membuatku lupa akan “KITA” tapi rasa yang ia timbulkan tak sedalam yang pernah kau torehkan saat pertama dulu.
Namun, meski begitu seiring berjalannya waktu.. Dia menjadi sosok yang begitu ku idolakan,ya setiap hari selalu ku sempatkan untuk bertemu dia,tak penting seberapa lama itu. Namun telinga dan otak ini terhangatkan oleh suaranya,tak ada kata-kata indah memuji memang namun pertanyaan-pertanyaan kecil itu selalu nampak indah berirama.
Tak ku sadari kini nampaknya “KITA” benar-benar hilang dibenakku, ya pesan singkat bernada marah slalu ku terima,namun tak pernah terlintas untuk membalasnya. Hanya terpikir itu hanya akan membuang waktuku jika ku balas pesan ini pasti kau akan tambah menjadi-jadi dengan kemurkaan mu padaku.
Dan hari itu pun muncul juga,dimana saat aku dan kamu harus meng-akhiri “KITA” . Ya, engkau yang katanya bosan pada sifat ku dan aku yang juga lelah pada sifat over dari mu. Konyol memang saat kita sama-lelah dan bosan pada perasaan kita sendiri. Namun, inilah akhir dari “KITA” . Ya , kini “KITA” kembali menjadi aku dan kamu. Tak ada lagi garis penghubung,susah memang buatku untuk melupakan memori tengtang “KITA” namun mugkin inilah yang terbaik. Dari jauh sini ku sisipkan senyum bersimbolkan indah semoga kamu tetap ada disetiap tulisan-tulisanku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar