Ya, Kita.. adalah 4huruf yang menggambarkan aku dan kamu.
Tak jelas bagaimana awalnya,tak jelas mengapa semua ini bisa dimulai! Tapi yang
ku ingat,semua ini timbul karna kita selalu bersama,timbul karna aku dan kamu
ingin Ter-ikat menjadi kita . Aku tak
begitu mengharapkan ini terjadi namun aku pernah sempat berfikir untuk tak meng-akhirinya. Waktu terus
berjalan! Ya,tak pernah terlintas dalam benak dan pikiran ini, engkau yang
begitu meng-asikkan engkau yang
begitu me-rindukan, membuat bosan diri ini. Entah mengapa bisa
begini.. Mungkin aku yang salah karna kebosanananku,tapi mungkin juga ini semua
karna sikapmu. Ya kau yang ku kenal sangat hangat penuh kasih sayang
mengagetkan ku dengan sikap yang tak pernah kufikirkan sebelumnya. Monster,ya
monster seperti itulah kau didalam benakku,,ini kah kau sesungguh nya? Ini kah
sosok asli orang yang selalu memperlakukan ku lembut bagai putri seorang raja?
Takut,aku takut..
Aku kehilangan sosokmu yang dulu,lalu kemanakah aku harus
mengadu? Aku tak memiliki orang yang mereka sebut teman curhat sepert sahabat-sahabatku yang lain. Itu karna kau
melarangku berinteraksi dengan orang lain,ya karna kau membatasi ruang
lingkupku. Jadi, saat ku mulai kehilangan sosokmu aku rapuh,entah harus ku
adukan kemana rasa takut ini.
Pertemuan singkat ku dengan seseorang yang mungkin bisa ku
bilang teman baru membuat ku lepas,ya
aku seperti tak pernah sebahagia ini. Semua ke-bahagian ini membuat ku lupa akan sosokmu, membuatku lupa akan rasa
takut terhadap orang yang selalu disampingku. Entah kenapa dia membuatku tak
ingin bertemu dengan mu , membuatku lupa akan “KITA” tapi rasa yang ia
timbulkan tak sedalam yang pernah kau torehkan saat pertama dulu.
Namun, meski begitu seiring berjalannya waktu.. Dia menjadi
sosok yang begitu ku idolakan,ya setiap hari selalu ku sempatkan untuk bertemu
dia,tak penting seberapa lama itu. Namun telinga dan otak ini terhangatkan oleh
suaranya,tak ada kata-kata indah memuji memang namun pertanyaan-pertanyaan
kecil itu selalu nampak indah berirama.
Tak ku sadari kini nampaknya “KITA” benar-benar hilang
dibenakku, ya pesan singkat bernada marah slalu ku terima,namun tak pernah
terlintas untuk membalasnya. Hanya terpikir itu hanya akan membuang waktuku
jika ku balas pesan ini pasti kau akan tambah menjadi-jadi dengan kemurkaan mu
padaku.
Dan hari itu pun muncul juga,dimana saat aku dan kamu harus
meng-akhiri “KITA” . Ya, engkau yang katanya bosan pada sifat ku dan aku yang juga lelah pada sifat over dari mu. Konyol memang saat kita sama-lelah dan bosan pada perasaan
kita sendiri. Namun, inilah akhir dari “KITA” . Ya , kini “KITA”
kembali menjadi aku dan kamu. Tak ada lagi garis penghubung,susah
memang buatku untuk melupakan memori tengtang “KITA” namun mugkin
inilah yang terbaik. Dari jauh sini ku sisipkan senyum bersimbolkan indah semoga kamu tetap ada disetiap
tulisan-tulisanku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar