Senin, 28 Oktober 2013

Pergi lah sayang,bahagiamu bahagiaku..


Kita yang dulu begitu akrab,bahagia,selalu tertawa dan membuat iri orang lain dalam sebuah ikatan yang bernama “Pasangan Kekasih” membuat ku merasakan indah nya dunia,sangat indah. Hidupku terpaku hatiku terkunci oleh seorang pria yang selalu menggandeng tanganku,merangkul ku seolah tak menginginkan ku berjarak agak jauh dari sisinya,membelai lembut rambutku membuatku terpaku didekapannya. Ya bisa dibilang,setiap hari kita selalu bersama,mencuri-curi waktu agar bisa bertemu. Sering juga kau lakukan hal konyol untuk menghiburku kau tak perduli orang lain disekitarmemandangmu “bodoh” yang kau pikirkan hanya senyum bahagiaku saat bersama mu. Namun,kini semua itu berubah. Seperti digulung tsunami,terhanyut ombak bahagia itu hilang,lenyap begitu saja. Sosokmu tak lagi hangat,sosokmu tak lagi penyayang. Tak ada lagi gandengan tangan yang selalu setia menuntunku,merangkul ku dalam dekapannya,membelai rambutku dengan kasih sayang nya,semua itu hilang. Tak pernah lagi kau lakukan itu padaku,kau buat ku kacau dengan sikapmu. Seperti malapetaka,petir itu menyambar tepat dihatiku,membuat air mata ini deras mengalir. Perih,sakit,dan kacau itu lah sebagian kecil dari rasa hati yang hancur setelah melihat mu tengah asik berduan dengan wanita lain. Apa salahku? Apa yang sudah ku perbuat hingga kau berpaling? Apa kah kau bosan denganku? Secepat itu kah membuat hatimu berpaling dari ku? Pertanyaan itu berkecamuk diotakku,seraya menitihkan air mata, aku lebih memelih pergi dari pada menemui mu yang sedang asik dengannya. Hari bergati,seminggu sudah sejak saat ku melihatmu dengan wanita itu. Kau benar-benar menghilang,tanpa kabar ,tanpa basa basi. Ini pun menjadi mingggu-minggu berat hidupku,tak ada lagi pesan singkat masuk sekedar menyapa,tak ada lagi sosok pria yang berpura-purah marah jika aku telat makan. Aku benar-benar kehilngan sosokmu,kejadian-kejadian yang dulu ku anggap menyebalkan kini sangat kurindukan. Ntah apa yang ada dibenakmu,hingga kau mau menemuiku diwaktu orang-orang beristirahat,bukan membuatku senang justru ini membuatku kikuk apa yang harus kulakukan pada sosok pria yang sudah membuatku har-hari ku kacau belakangan ini,ku kira kau ingin meminta maaf benakku berfikir untuk tak langsung memaafkan mu,akan ku beri saat dank u ajukan seribu pertanyaan agar kau mendapat maaf ku. Tapi,mungkin aku hanyalah wanita yang terlalu-PD . Petir itu tang lagi,dia kembali menyambar hatiku,sakit malah lebih sakit dari saat itu. Kedatangaan mu hanya ingin menyudahi hubungan kita,sesempurna apa kah dia dari aku hingga kau rela memilihdia dari pada aku? Air mata ini tak lagi terbendung,tak dapat kutahan,sakitt ia hanya itu yang bisa ku ucapkan. Tak kah kau ingin sejenak untuk duduk dan menghapus air mata ini? Sudah lupakah kau denganku. Aku hanya bisa terdiam mebiarkan airmata ini mengalir sambil merelakan sosok mu pergi dari,ya merelakanmu benar-benar pergi dari hidupku. Kau lah kesayanganku Pergilah bersamanya sayang,bahagiamu bahagiaku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar