Untuk Tuan yang dekat namun jauh...
Mereka bilang sesuatu yang diciptakan harus lah berpasangan. Terlebih manusia,mereka yang diciptakan (Sempurna) katanya. Tentu menjadi preoritas Tuhan untuk menentukan pasangannya.
Namun siapakah pasangan kita? Itu masih menjadi misteri,seperti misteri,seperti bom waktu. Kita bisa memilih ber-andai dan lain sebagainya,tapi nanti bukan kah Tuhan juga yang akan mentukan: Siapa pendamping Ku,Kamu,dan yang lain?
Lalu,apa yang harus aku,kamu dan yang lain lakukan seraya menunggu pendamping hidup masing-masing datang? Harus kah ku ikut mencari? Atau diam menunggu kedatangannya yang entah tak jelas kapan?
Dan disela penantian,bagai mana jika aku jatuh cinta pada orang yang salah? Aku tak kuat menahan rasa,kemudian jatuh dalam rengkuhannya? Masih kah kamu: pendamping ku,datang?
Kemudian,bagai mana mereka yang sudah jauh jatuh terperosok kedalam cinta yang salah? Yang sudah diikat oleh dua buku nikah? Lalu dimana pendamping hidup yang sebenarnya? Terjebak macetkah? Hingga datangnya begitu lambat? Atau memang Tuhan ingin menyiapkan waktu yang benar-benar tepat?
Tak lepas dari semua itu. Kapan,dimana,bagaimana pun keadaannya. Pendamping hidup dari masing-masing ciptaannya pasti akan lah datang. Walau,kita harus menunggu mungkin dalam jangka waktu yang lama,namun bukankah saat itu Tuhan memberi kesempatan untuk kamu,aku,dan yang lain untuk belajar menyikapi cinta. Belajar kecewa,belajar bahagia,belajar bersabar,dan belajar berbagi? Agar kelak saat pendamping hidup yang sebernya tiba kita dapat memberi semua yang terbaik,semua yang dapat kita lakukan untuk menggenggam kehidupan bahagia bersama.
Untuk siapapun kamu..
Dimanapun kamu..
Sedang apa kamu..
Bagai mana masa lalu mu..
AKU MENUNGGU MU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar